Kanker adalah salah satu penyakit yang merenggut banyak nyawa masyarakat Indonesia. Per tahunnya pertambahan jumlah penderita kanker mencapai 200 ribu orang dan diperkirakan pada 2030 jumlahnya akan meningkat lima kali lipat.
Namun
seiring berkembangnya teknologi kedokteran, saat ini telah ditemukan alat untuk
mengatasi penyakit tersebut, yaitu linier akselator sinergi. Linier akselator
sinergi mampu memberikan efek terapi radiasi maksimal pada sel kanker tanpa
merusak jaringan normal di sekitarnya. Salah seorang yang pernah menggunakan
alat ini adalah Sugiharto, penderita kanker paru-paru. "Kata dokter di
Singapura, untuk kanker paru-paru tidak ada sympthom-nya, khususnya untuk orang
Asia laki-laki dan tidak merokok," kata Sugiharto.
Biaya
pengobatan dengan alat ini lebih murah 50 persen dari biaya rumah sakit di luar
negeri. Menurut Kepala Departemen Radio Terapi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo,
Jakarta Pusat, Profesor Soehartati, angka keberhasilan kanker bukan berdasarkan
kesembuhan. "Keberhasilan pengobatan dinilai dengan faktor, kelangsungan
hidup dan angka kontrol lokal," kata Soehartati. Sementara itu, kanker
sebenarnya dapat dicegah dengan menjalani pola hidup sehat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar