Sebagai tumbuhan parasit, benalu hidup
dengan mengambil nutrisi dasar yang dimiliki oleh inang untuk selanjutnya
diolah menjadi makanan dan energi guna kepentingan tumbuh benalu tersebut.
Karena benalu mengambil nutrisi dasar dari inang, maka sebagian kandungan
senyawa yang terdapat di dalam benalu menyerupai inang tersebut. Di balik daya
perusak benalu, ternyata terdapat berbagai manfaat yang luar biasa. Di dalam
dunia pengobatan, khususnya kanker, tumbuhan yang sebagian besar penyebarannya
dibantu oleh burung ini sudah tidak asing lagi.
Salah satu jenis benalu yang cukup dikenal
oleh masyarakat adalah benalu teh. Benalu teh tidak diragukan lagi manfaatnya
sebagai tumbuhan yang berkhasiat anti kanker. Bahkan harganya pun sudah
melambung tinggi. Terdapat lebih dari satu spesies benalu teh. Antara lain
Macrosolen Cochincinensis dan Scurrula Atropurpurea. Menurut Richter dalam
Phytochemistry No. 31 (1992), benalu Loranthaceae dan Viscaceae mengandung
banyak flavonoid, seperti chalcones, flavanones, c-glycoflavonols dan
flavan-3-ols. Flavonoid sendiri berfungsi sebagai pelindung si benalu dari
kerusakan yang disebabkan oleh pengaruh sinar ultraviolet dan bertanggung jawab
pada warna bunga, buah, dan daun. Dalam ilmu farmasi, flavaoid dikenal sebagai
senyawa antiradang, antioksidan, pereda sakit (analgesik), antivirus, anti-HIV,
mencegah keracunan hati, antikelebihan lemak, merangsang kekebalan tubuh,
sebagai vasodilator (memperlancar aliran darah), mencegah penggumpalan darah,
antialergi, dan antikanker.
Para pakar Herbal di dunia terutama AS,
Jepang, Cina, Malaysia yang memiliki teknologi mumpuni di bidang penelitian
tanaman obat telah banyak melakukan penelitian tentang kandungan dan manfaat
dari tanaman benalu teh. Indonesiapun tidak ketinggalan, beberapa institusi
seperti BATAN, LAPAN, IPB, UNDIP, UGM, UI melakukan sinergi dengan Universitas
dari Jepang untuk melakukan penelitian tentang benalu teh ini. Hasilnya cukup
mencengangkan, dari beberapa uji invivo dan invitro benalu teh memiliki khasiat
antara lain,
Membantu penyembuhan: gangguan syaraf,
cepat lupa/pikun, merontokkan kerak2 di hidung dan sinusistis, menurunkan gula
darah, kanker, kista, myom, tumor, kolesterol, darah tinggi, sumbatan jantung
karena kolesterol, asam urat, rematik, gejala osteoporosis, sakit pinggang,
gondok, kelenjar tyroid, impotensi akut, lemah syahwat.
Bahkan penelitian salah seorang kandidat
DOKTOR salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia benalu teh dapat
menetralisir virus sehingga diharapkan dapat dikembangkan sebagai salah satu
alternatif tindakan kuratif berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus yang
belum ditemukan obatnya oleh dunia kedokteran modern seperti Virus Rubella,
Taksow, Herpes, MDV (Virus ayam), hepatitis A/B/C, Flu burung, cikunguya dll
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar